Pembongkaran Parkiran Abu Bakar Ali: Dampak dan Solusi Alternatif
Parkiran Abu Bakar Ali merupakan salah satu tempat parkir strategis di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Tempat ini sering digunakan oleh wisatawan dan masyarakat lokal yang berkunjung ke Malioboro. Namun, pemerintah daerah berencana untuk membongkar bangunan Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali pada April mendatang.
Alasan Pembongkaran
Pembongkaran ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan Malioboro dan menjaga Sumbu Filosofi Yogyakarta. Sumbu Filosofi merupakan garis imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Laut Selatan, yang memiliki nilai historis dan budaya bagi masyarakat Yogyakarta. Bangunan parkir yang ada saat ini dianggap mengganggu estetika dan nilai filosofi tersebut.
Dampak terhadap Parkir Bus Pariwisata
Dengan rencana pembongkaran ini, muncul pertanyaan mengenai lokasi parkir alternatif bagi bus-bus pariwisata yang biasanya menggunakan parkiran Abu Bakar Ali. Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono, menjelaskan bahwa kendaraan pribadi masih memiliki alternatif parkir di sekitar Malioboro, seperti TKP Ketandan. Namun, untuk bus pariwisata, diperlukan solusi khusus mengingat ukurannya yang besar dan kebutuhan ruang parkir yang luas .
Solusi Alternatif yang Ditawarkan
Beberapa solusi yang ditawarkan oleh pemerintah daerah untuk mengatasi masalah parkir bus pariwisata antara lain:
1. Optimalisasi Terminal Giwangan
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengusulkan Terminal Giwangan sebagai lokasi parkir alternatif bagi bus pariwisata. Terminal ini memiliki lahan sekitar 2 hektar yang dapat dioptimalkan untuk parkir bus. Selain itu, disediakan shuttle bus yang akan mengantar wisatawan dari Terminal Giwangan ke pusat Kota Yogyakarta, termasuk Malioboro. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan